{"id":426,"date":"2018-10-09T09:05:27","date_gmt":"2018-10-09T09:05:27","guid":{"rendered":"http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=426"},"modified":"2022-07-26T04:25:57","modified_gmt":"2022-07-26T04:25:57","slug":"lembaga-adat-lamtoras-rilis-jadwal-acara-ritual-ulaon-hu-pattar-debata-di-nagori-sihaporas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=426","title":{"rendered":"Komunitas Masyarakat Adat Sihaporas Akan Selenggarakan Ritual Adat Patarias Debata di Nagori Sihaporas"},"content":{"rendered":"<p>Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas yang merupakan lembaga adat yang dimiliki masyarakat adat Sihaporas resmi merilis jadwal atau rangakain acara terkait <strong>Ulaon Patarias Debata\u00a0<\/strong> atau ulaon memuliakan Tuhan Yang Maha Esa yang akan dilakasanakan\u00a0 di Nagori Sihaporas Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. adapun ritual adat ini akan dilakasanakan pada tanggal 23-25 Oktober 2018.<\/p>\n<p><strong>Ulaon Patarias Debata<\/strong> merupakan ritual puncak dari berbagai ritual yang dilaksanakan masyarakat adat sihaporas di Rumah Adat Lumban Ambarita, Sihaporaspada tanggal 13 (Sikkorapurasa) di pertanggalan Batak. Ritual ini bertujuan untuk memuja Tuhan Yang Maha Esa, mengharapkan dilimpahkannya kesehatan dan rezeki bagi masyarakat. Masyarakat adat sihaporas melakukan Pangoromon (puasa 7 hari) sebelum dan sesudah ritual Ulaon Hu Pattar Debata dilaksanakan.<\/p>\n<p>Ritual ini diiringi oleh gondang batak selama 2 hari 2 malam sekaligus memberikan <em>sitarippar harajaon <\/em>kepada <em>popparan raja sumba<\/em>. Diisi dengan upacara Manektek Angir yaitu upacara doa dengan menggunakan Martanak (Minyak kelapa) didalam cawan putih yang bertujuan untuk mengetahui terkabul atau tidak terkabulnya harapan masyarakat.<\/p>\n<p>dalam ritual ini ada beberapa syarat-syarat yang harus dipersiapkan dalam mendukung acara ritual :<\/p>\n<p>&#8211; Demban gurningan siwalu, sipitu dohot sionom ikkon marurat<\/p>\n<p>&#8211; Pangir (1 silup pitu, 1 silup lima, 1 iris saur matua)<\/p>\n<p>&#8211; Pardupaan<\/p>\n<p>&#8211; Hambing putih sipitu masak<\/p>\n<p>&#8211; Dua manuk putih lahi bini<\/p>\n<p>&#8211; Dekke (nabalga, habonaran, naniura)<\/p>\n<p>&#8211; Nitak (Nahiniddatni andalu mardongan tolor dohot bunga-bunga)<\/p>\n<p>&#8211; Indahan nihuniki<\/p>\n<p>&#8211; Lomang, panuntungna soban junjung buhit<\/p>\n<p>&#8211; Hassung<\/p>\n<p>&#8211; Parpagaran<\/p>\n<p>&#8211; Rudang lengkap<\/p>\n<p>&#8211; Tuak takkasan<\/p>\n<p>&#8211; Mual tio<\/p>\n<p>&#8211; Bulu tumbuan<\/p>\n<p>&#8211; Sakkalan<\/p>\n<p>&#8211; Lambe gara<\/p>\n<p>&#8211; Palito<\/p>\n<p>Berikut ini rangkaian acara yang resmi di rilis oleh\u00a0Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas :<\/p>\n<p><strong>Selasa, 23 Oktober:<\/strong><br \/>\nMamulung Ambu-ambuan (Mencari dan mengumpulkan segala keperluan untuk acara baik rempah-rempah, dedaunan, dan bahan lainnya yang bersumber dari alam, air, maupun pasar\/toko)<br \/>\nMalam sekitar pukul 19.00: Mulai Margong (Pembukaan Ritual diiringi Gondang)<\/p>\n<p><strong>Rabu, 24 Oktober<\/strong><br \/>\nPukul 03.00: Marhobas\/mamotong ayam<br \/>\nPenyiapan makanan untuk sarapan<br \/>\nPukul 09.00 &#8211; 12.00: Martutu Aek (Ritual di Sungai) (Diiringi gondang)<br \/>\nPukul 12.00 &#8211; 13.00: Mardaun pogu (Makan siang)<br \/>\nPukul 13.00 &#8211; 14.00: Manortor (Rombongan Tamu: sambutan-sambutan)<br \/>\nPukul 14.00 &#8211; 15.00: Marhobas (Manguras &amp; Memotong kambing + ayam)<br \/>\nPukul 19.00 tengah malam: Manortor &amp; Panangkokhon pele-pelean (Ritual sesajian)<\/p>\n<p><strong>Kamis, 25 Otober<\/strong><br \/>\nDini hari sekitar jam 06.00 Manggohi (Penutupan) Gondang<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/43550444_900185780181009_3385406554009239552_n.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-429 size-full\" src=\"http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/43550444_900185780181009_3385406554009239552_n.jpg\" alt=\"\" width=\"817\" height=\"960\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/43550444_900185780181009_3385406554009239552_n.jpg 817w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/43550444_900185780181009_3385406554009239552_n-255x300.jpg 255w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/43550444_900185780181009_3385406554009239552_n-768x902.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Ritual ini rutin dilaksanakan selama 4 tahun sekali. Menurut penuturan Thompson Ambarita, sebenarnya ritual ini dilaksanakan setiap tahun namun mengingat kondisi yang tidak mendukung maka diambil kebijaksanaan untuk melaksanakanya sekali 4 tahun. \u00a0Keputusan mengambil kebijakan ini diambil lewat musyawarah masyarakat adat Sihaporas dan memakai acara ritual agar keputusan yang diambil tidak salah.<\/p>\n<p>Ompu Moris Ambarita yang merupakan penetua adat di Sihaporas mengatakan bahwa ritual ini merupakan warisan leluhur mereka yang terus dipegang teguh oleh masyarakat adat Sihaporas sebagai bagian dari identitas asli mereka, meskipun saat ini mereka sudah menganut agama katolik namun hal tersebut tidak pernah menjadi masalah, karena mereka yakin ritual ini merupakan bagian dari cara kita mengucap syukur. Hal senada juga di ungkap oleh Ompu Cerin Ambarita, \u201c sudah puluhan tahun masyarakat adat Sihaporas melaksanakan ritual ini, bahkan beberapa penetua adat di Sihaporas merupakan pengurus gereja katolik. Namun hal ini tidak pernah mendapat tentangan baik dari pastor maupun gereja, karena mereka menggap hal ini adalah bagian dari cara hidup kami dan selama ritual itu dilakasanakan demi kebaikan\u201d.<\/p>\n<p><a href=\"http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit3.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-430 aligncenter\" src=\"http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit3.jpg\" alt=\"\" width=\"839\" height=\"558\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit3.jpg 800w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit3-300x200.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit3-768x511.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit3-272x182.jpg 272w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sebelumnya masyarakat adat Sihaporas pada bulan tanggal 28 Juni lalu melakasanakan <strong>Ulaon Manganjap<\/strong>,\u00a0 <strong>Ulaon Manganjap<\/strong> merupakan ritual masyarakat adat sihaporas yang bertujuan meminta keselamatan, rezeki, dan kesuburan bagi juma (lahan pertanian) yang dilaksanakan di ladang pada tanggal 13 (Sikkorapurasa) di pertanggalan Batak. Ritual dimulai pagi hari dan tidak boleh dilaksanakan melewati jam 11 siang. Ritual ini diisi upacara memanjatkan doa oleh seluruh masyarakat yang dilakukan dengan cara mengumpulkan satu lembar demban (daun sirih) untuk ditempelkan ke janur berbentuk bulat (daun aren).<\/p>\n<figure id=\"attachment_428\" aria-describedby=\"caption-attachment-428\" style=\"width: 929px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit2.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-428 \" src=\"http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit2.jpg\" alt=\"\" width=\"929\" height=\"618\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit2.jpg 800w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit2-300x200.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit2-768x511.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2018\/10\/edit2-272x182.jpg 272w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-428\" class=\"wp-caption-text\">Ritual Adat Mangap Yang Dilaksanakan Masyarakat Adat Sihaporas Pada Juni Silam<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setiap lembar daun sirih tersebut mewakili harapan setiap orang. Janur berbentuk bulat dan ubat (ramuan-ramuan tradisional) ini merupakan bagian dari persembahan yang setelah ritual dilaksanakan akan ditaruh di ladang. Besoknya, masyarakat menjalankan pantangan (<em>Robu<\/em>)yaitu 3 hari tidak keladang dan setelahnya 3 hari tidak ke hutan. Lalu esok harinya,\u00a0 masyarakat terbebas dari pantangan (<em>Manangsang Robu<\/em>). Masyarakat adat sihaporas melakukan Pangoromon (puasa 7 hari) sebelum dan sesudah ritual Manganjap dilaksanakan. Ritual ini mewajibkan memberikan <em>sitarippar harajaon<\/em>kepada <em>popparan raja sumba.<\/em><\/p>\n<p>ritual adat <strong>Ulaon Patarias Debata<\/strong> ini merupakan puncak dari rentetan ritual adat yang dilaksanakan oleh masyarakat adat Sihaporas, sampai saat ini masyarakat adat Sihaporas masih terus menjalankan serta melestarikan ritua-ritual adat yang sudah diwariskan leluhur mereka sejak dulu kala. Hal ini menjadi bagian penting masyarakat adat Sihaporas, ditengah arus globalisasi dan moderinisasi saat ini namun\u00a0 dalam kehidupan berbudaya dan sosial masyarakat adat Sihaporas tidak bisa dilepaskan dari tradisi leluhur mereka. Sesuatu yang sangat jarang ditemukan lagi dalam kehidupan orang Batak khusunya di kawasan Danau Toba yang sudah bergeser dan banyak meninggalkan budaya asli leluhur.<\/p>\n<p>Sumber :<br \/>\nDok. AMAN TANO BATAK<br \/>\nLEMBAGA ADAT KETURUNAN OMPU MAMONTANG LAUT AMBARITA SIHAPORAS<\/p>\n<p>Link:\u00a0http:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=426&amp;preview=true<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas yang merupakan lembaga adat yang dimiliki masyarakat adat Sihaporas resmi merilis jadwal atau rangakain acara terkait Ulaon Patarias Debata\u00a0 atau ulaon memuliakan Tuhan Yang Maha Esa yang akan dilakasanakan\u00a0 di Nagori Sihaporas Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun. adapun ritual adat ini akan dilakasanakan pada tanggal 23-25 Oktober &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=426\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Komunitas Masyarakat Adat Sihaporas Akan Selenggarakan Ritual Adat Patarias Debata di Nagori Sihaporas&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":427,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32,35],"tags":[40,22,26,14],"class_list":["post-426","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya","category-simalugun","tag-ritual-adat","tag-sihaporas","tag-simalungun","tag-sumatera-utara"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/426","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=426"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/426\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":437,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/426\/revisions\/437"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/427"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=426"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=426"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=426"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}