{"id":1655,"date":"2024-07-05T12:23:42","date_gmt":"2024-07-05T05:23:42","guid":{"rendered":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1655"},"modified":"2024-07-05T12:23:42","modified_gmt":"2024-07-05T05:23:42","slug":"aliansi-mahasiswa-dan-masyarakat-adat-kawal-sidang-sorbatua-siallagan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1655","title":{"rendered":"Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Adat Kawal Sidang Sorbatua Siallagan"},"content":{"rendered":"<blockquote><p><strong>Oleh: Maruli Simanjuntak\u00a0<\/strong><\/p><\/blockquote>\n<p><span style=\"font-weight: 400\"><strong>Simalungun. <\/strong>Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Adat yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Tutup TPL kembali menggelar aksi mengawal sidang kasus kriminalisasi, Sorbatua Siallagan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun pada Rabu, 3 Juli 2024. Aksi ini berlangsung di Jalan Asahan Km 3,5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam aksinya, Masyarakat Adat mengadakan <em>long march<\/em> sepanjang 300 meter menuju gedung PN Simalungun, diiringi alunan gondang Batak. Mereka juga menabur bunga di sepanjang jalan, termasuk di depan Kejaksaan Negeri Simalungun.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1656\" aria-describedby=\"caption-attachment-1656\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.09_e8be239e.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1656\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.09_e8be239e.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.09_e8be239e.jpg 1280w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.09_e8be239e-300x135.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.09_e8be239e-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.09_e8be239e-768x346.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1656\" class=\"wp-caption-text\">Aksi Massa yang tergabung dalam Aliansi Gerak Tutup TPL melakukan long march menuju PN Simalungun. Foto:Maruli Simanjuntuk\/Sopo Tano Batak.\u00a0<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Dalam orasinya, Doni Munte selaku\u00a0 pimpinan aksi, menyatakan bahwa tujuan aksi ini adalah untuk mengawal persidangan Sorbatua Siallagan, yang didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai pelaku pembakaran kawasan hutan atas pengaduan PT. Toba Pulp Lestari (PT.TPL). &#8220;Sejauh ini, saksi fakta yang dihadirkan JPU tidak satupun yang melihat orang tua kami melakukan pembakaran. Namun, JPU tetap mendakwa orang tua kami sebagai pelaku. Ini sangat lucu,&#8221; ujar Doni. Ia menambahkan, &#8220;Kami akan terus mengawal persidangan ini hingga majelis hakim memutuskan perkara ini seadil-adilnya. Kami yakin orang tua kami tidak bersalah.&#8221; Tegas Doni.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Di depan PN Simalungun, Doni juga memimpin penaburan bunga tujuh warna di halaman pengadilan sebagai bentuk kekecewaan atas lemahnya penegakan hukum di Simalungun dan Indonesia secara umum. &#8220;Kami melakukan ini sebagai bentuk kekecewaan kepada aparat hukum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dan kejaksaan yang mendakwa tanpa bukti akurat,&#8221; tegas Doni.<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1657\" aria-describedby=\"caption-attachment-1657\" style=\"width: 1280px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.08_58cdd502.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1657\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.08_58cdd502.jpg\" alt=\"\" width=\"1280\" height=\"576\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.08_58cdd502.jpg 1280w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.08_58cdd502-300x135.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.08_58cdd502-1024x461.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/Gambar-WhatsApp-2024-07-04-pukul-14.56.08_58cdd502-768x346.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1657\" class=\"wp-caption-text\">Doni selaku pimpinan aksi menyampaikan orasinya di depan PN Simalungun. Foto: Maruli Simanjuntak\/Sopo Tano Batak<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sidang perkara nomor 155\/Pid.B\/LH\/2024\/PN Simalungun dilaksanakan sekitar pukul 09.30 di ruang sidang Cakra, dipimpin oleh Majelis Hakim Dessy DE Ginting, SH, MH, dengan anggota hakim Anggreanae R. Sormin, SH dan Agung Cory FD Lsiya, SH, MH. Sidang ke-8 ini menghadirkan tiga saksi ahli: Andre Sarbadia, SH (Kasi Sengketa BPN \u2013 ATR Kab. Simalungun), Dr. Sarmedi Purba (Ketua Dewan Pemangku Adat Simalungun), dan Roy Syahyudi (Dinas Kehutanan Provinsi Sumut).<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saksi fakta pertama dari BPN Simalungun, Andrey Sarbadia, SH, kepala seksi pengendalian dan penanganan sengketa, mengungkapkan bahwa meskipun belum pernah ada pendaftaran masyarakat adat di BPN Simalungun, ia belum pernah turun langsung ke wilayah Dolok Parmonangan untuk memverifikasi informasi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Sementara itu, Sarmedi Purba, Ketua Pemangku Adat atau Partuha Maujana Simalungun (PMS), menyatakan bahwa tidak ada tanah adat di Simalungun. Pernyataan ini bertentangan dengan klaim masyarakat adat Ompu Umbak Siallagan yang telah mendiami wilayah tersebut secara turun-temurun. Namun, Sarmedi Purba juga menjelaskan bahwa wilayah Simalungun dulunya merupakan kerajaan dengan tujuh kerajaan, menunjukkan kompleksitas sejarah dan adat istiadat di wilayah tersebut.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Saksi ahli Roy Syahyudi, S.P, pejabat di bidang tata lingkungan dan penatagunaan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, mengakui bahwa sering terjadi tumpang tindih penguasaan tanah di Sumatera Utara, mencerminkan permasalahan krusial tata kelola lahan di Indonesia. Namun, saksi tetap menyatakan bahwa tanah yang menjadi objek perkara merupakan wilayah konsesi TPL, memicu kekhawatiran masyarakat adat, akan perampasan wilayah adat mereka.\u00a0<\/span><\/p>\n<figure id=\"attachment_1658\" aria-describedby=\"caption-attachment-1658\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1658\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1441\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-scaled.jpg 2560w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-300x169.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-768x432.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-1536x865.jpg 1536w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/07\/DSC00935-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1658\" class=\"wp-caption-text\">Sorbatua Siallagan, tetua adat keturunan Ompu Umbak Siallagan di dalam ruang persidangan. Foto: Hengky\/Sopo Tano Batak<\/figcaption><\/figure>\n<p><span style=\"font-weight: 400\">Audo Sinaga, penasihat hukum Sorbatua Siallagan, mempertanyakan kehadiran saksi dari BPN dalam persidangan karena BPN tidak memiliki kewenangan dalam kasus yang terjadi di kawasan hutan. Ia juga mengecam KLHK atas kelalaiannya dalam memverifikasi keberadaan masyarakat adat sebelum menetapkan status kawasan hutan dan kurangnya transparansi dalam proses tersebut. Ia menegaskan bahwa penetapan status kawasan hutan tanpa mempertimbangkan keberadaan masyarakat adat merupakan tindakan yang tidak adil dan melanggar hak-hak mereka. Hal ini, menurutnya, telah memperkuat posisi TPL dan memperburuk situasi Masyarakat Adat Ompu Umbak Siallagan.<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em><strong>Penulis adalah jurnalis Warga Masyarakat Adat dari Tano Batak.\u00a0<\/strong><\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Maruli Simanjuntak\u00a0 Simalungun. Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Adat yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat Tutup TPL kembali menggelar aksi mengawal sidang kasus kriminalisasi, Sorbatua Siallagan di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun pada Rabu, 3 Juli 2024. Aksi ini berlangsung di Jalan Asahan Km 3,5, Kecamatan Siantar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.\u00a0 Dalam aksinya, Masyarakat Adat mengadakan &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1655\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Adat Kawal Sidang Sorbatua Siallagan&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":1658,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[64,26,96],"class_list":["post-1655","post","type-post","status-publish","format-gallery","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-kriminalisasi","tag-simalungun","tag-sorbatua-siallagan","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1655","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1655"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1655\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1660,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1655\/revisions\/1660"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1658"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1655"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1655"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1655"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}