{"id":1633,"date":"2024-06-19T11:15:57","date_gmt":"2024-06-19T04:15:57","guid":{"rendered":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1633"},"modified":"2024-06-19T11:15:57","modified_gmt":"2024-06-19T04:15:57","slug":"batu-na-godang-si-atas-lumbung-pangan-humbang-hasundutan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1633","title":{"rendered":"BATU NA GODANG SI ATAS: LUMBUNG PANGAN HUMBANG HASUNDUTAN"},"content":{"rendered":"<p><strong><b>Oleh: <\/b><\/strong><strong><b>April Purba<\/b><\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_1634\" aria-describedby=\"caption-attachment-1634\" style=\"width: 768px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DJI_0646.rz_-scaled.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-1634 size-large\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DJI_0646.rz_-768x1024.jpg\" alt=\"\" width=\"768\" height=\"1024\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DJI_0646.rz_-768x1024.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DJI_0646.rz_-225x300.jpg 225w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DJI_0646.rz_-1152x1536.jpg 1152w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DJI_0646.rz_-1536x2048.jpg 1536w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DJI_0646.rz_-scaled.jpg 1920w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1634\" class=\"wp-caption-text\">Dolok Pinapan dan sawah tepat berada di kakinya, di sebuah Desa Batu Nagodang Siatas, di Kabupaten Humbang Hasundutan. Foto: Hengky\/Sopo Tano Batak<\/figcaption><\/figure>\n<p>Batu Nagodang jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Batu yang besar. Ini merujuk pada situasi geografis Masyarakat Adat yang ada di sana. Mereka tinggal di kaki\u00a0bukit (Dolok) Pinapan, \u00a0Dolok yang mempunyai cerita unik bagi masyarakat adat keturunan Ompu Marhuling Simanullang.<\/p>\n<p>Secara administratif, Huta (Kampung) Batu Nagodang, Huta Si atas, Huta Sitonong di satukan menjadi sebuah Desa Batu Nagodang Siatas Sitonong, di Kecamatan Onan Ganjang,\u00a0Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Dahulu Batu Nagodang di huni oleh seorang \u00a0tetua adat yang bernama Ompu\u00a0Marhuling Simanullang,\u00a0yang\u00a0memiliki\u00a0kebiasaanya\u00a0menggembalakan kerbau, lalu\u00a0datang ke Batu Nagodang.\u00a0Ceritanya, bahwa kerbau\u00a0Ompu Marhuling lah yang membawanya ke Batu Nagodang.\u00a0Sedangkan nama Batu Nagodang, di ambil dari situasi geografis kampung ini,\u00a0terdapat batu-batu besar.<\/p>\n<p>Setelah menetap di Batu Na Godang, Ompu\u00a0Marhuling Simanullang, mulai \u00a0bertani mengelola sawah juga memelihara kerbau, hingga membuat Ompu Marhuling terkenal karena memiliki kerbau yang banyak. Di akhir hayatnya,\u00a0Ompu\u00a0Marhuling mewariskan tanah bagi keturunannya,\u00a0baik sawah, ladang, hutan kemenyan\u00a0<em><i>(tobbak) <\/i><\/em>dan kolam ikan<em><i>\u00a0(tabbok)<\/i><\/em>\u00a0guna melanjutkan kelangsungan\u00a0hidup gernerasinya <em><i>(pinomparna)<\/i><\/em><em><i>.<\/i><\/em><\/p>\n<figure id=\"attachment_1638\" aria-describedby=\"caption-attachment-1638\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1638 size-full\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1441\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-scaled.jpg 2560w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-300x169.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-768x432.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-1536x865.jpg 1536w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01047-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1638\" class=\"wp-caption-text\">Jalanan menuju kampung Batu Nagodang di penuhi Padi yang di jemur. Foto Hengky\/Sopo Tano Batak<\/figcaption><\/figure>\n<p>Keseharian masyarakat Batu Nagodang masih melanjutkan tradisi\u00a0nenek moyang mereka, yaitu bertani dan beternak sebagai aktivitas pemenuhan ekonomi sehari-hari. Beberapa hasil\u00a0pertanian yang dihasilkan\u00a0masyarakat adat\u00a0di\u00a0Batu Nagodang\u00a0adalah\u00a0padi, kayu manis, aren, kopi, kemenyan dan tanaman sayuran.\u00a0Dari masa ke masa di Batu Nagodang\u00a0sudah menjadi tradisi menanam padi, karena aliran air dari Bukit (Dolok) Pinapan mampu membutuhi pengairan untuk areal sawah di Batu Nagodang, Siatas dan Sitonong, yang cukup luas\u00a0seperti; sawah (<em><i>parhaumaan)<\/i><\/em>\u00a0di <em><i>Hasang<\/i><\/em>, <em><i>Saba Gonting, Tabbok Dolok, Nahornop Soburan<\/i><\/em>, dan lainnya. Di Batu Nagodang dalam setahun\u00a0hanya sekali panen, hitungan sekali panen untuk 1 Kepala Keluarga bisa menghasilkan 50-135 Karung atau sekitaran 2-6 Ton per Keluarga.<\/p>\n<p>Menurut James C. Scott, seorang ilmuwan politik dan antropolog, mengartikan lumbung sebagai \u201cstruktur ekonomi politik yang memfasilitasi penyimpanan dan distribusi makanan untuk tujuan memitigasi risiko dan membangun solidaritas di dalam masyarakat agraris.\u201d<\/p>\n<p>Masyarakat adat di Desa Batu Nagodang Siatas Sitonong mempunyai potensi sumber daya pangan, jadi perlu membutuhkan dukungan kerja sama, gotong royong agar mendapat perhatian, seperti fasilitas infrastruktur jalan, jaminan harga gabah, beras, membangun koperasi bersama. Hal ini akan mempermudah akses masyarakat adat dalam mendukung Pemerintah Humbang Hasundutan sebagai lumbung pangan yang ber kontribusi untuk ketahanan pangan skala Nasional.<\/p>\n<p>Meski pun\u00a0hasil Panen Batu Nagodang cukup tinggi,\u00a0justru mendapat kendala\u00a0yaitu tidak adanya kepastian harga yang adil terhadap petani, lalu banyaknya tengkulak-tengkulak yang datang dari daerah lain, dan\u00a0menekan harga yang rendah. Sehingga\u00a0masyarakat adat Batu Nagodang belum bisa mendapatkan harga yang sesuai.\u00a0Untuk itu, \u00a0masyarakat Adat perlu di dukung baik dari pemerintah atau pun\u00a0pihak lain yang dapat menjaga dan mendukung keberlanjutan Masyarakat Adat di Batu Nagodang.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1639\" aria-describedby=\"caption-attachment-1639\" style=\"width: 2560px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1639 size-full\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-scaled.jpg\" alt=\"\" width=\"2560\" height=\"1441\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-scaled.jpg 2560w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-300x169.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-1024x577.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-768x432.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-1536x865.jpg 1536w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/DSC01059-2048x1153.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1639\" class=\"wp-caption-text\">Bapak Simanullang sedang memotong ujung batang pohon aren untuk menampung airnya. Foto: Hengky\/Sopo Tano Batak<\/figcaption><\/figure>\n<p>Populasi pohon Aren yang banyak membuat\u00a0masyarakat adat di sana, masih mengolah gula merah dari aren,\u00a0namun cenderung berkurang. \u00a0Masyarakat\u00a0lebih memilih menjadikan tuak (nira), prosesnya lebih cepat. Juga\u00a0proses pembuatan gula aren memakan waktu, tenaga, dan proses\u00a0yang cukup lama, \u00a0sehingga mereka beralih memutuskan\u00a0membuat tuak (nira) yang prosesnya cepat dan lebih menguntungkan.<\/p>\n<p>Tuak dari Batu Nagodang cukup dikenal oleh masyarakat Onang Ganjang bahkan Humbang Hasundutan,\u00a0karena rasanya enak, murni tanpa ada campuran lain. Sehingga Para toke-toke tuak pun berdatangan\u00a0ke Batu Nagodang untuk menampung tuak, lalu di sebarkan\u00a0ke berapa <em><i>lapo- lapo<\/i><\/em>\u00a0(kedai) tuak yang ada di daerah Humbang Hasundutan, seperti ke\u00a0Kota Doloksanggul.<\/p>\n<p>Menurut Harisan Boni Firmando (2020) dalam Aceh Anthropological Journal, bahwa kepercayaan Batak tradisional membuat tuak sebagai sajian untuk roh-roh nenek moyang atau orang yang sudah meninggal. Tuak dijadikan minuman pada upacara adat resmi, seperti <em><i>manuan ompuompu<\/i><\/em>\u00a0dan upacara <em><i>manulangi<\/i><\/em>\u00a0hingga pada acara adat <em><i>mangokkal holi<\/i><\/em>\u00a0dan yang lainnya.<\/p>\n<p>Batu Nagodang juga mendapatkan warisan berupa kolam yang dinamai<em><i>\u00a0Tabbok Nabolak<\/i><\/em><em><i>\u00a0<\/i><\/em>(kolam yang luas). Kolam ini lah yang membantu perairan ke sawah-sawah masyarakat untuk persiapan penanaman padi. Kolam ini pun dikelola\u00a0keturunan Ompu\u00a0Marhuling sebagai kolam ikan,\u00a0guna mencukupi kebutuhan ikan di dapur. Juga untuk\u00a0menambah penghasilan bagi masyarakat Batu Nagodang melalui hasi pejualan ikan dari Tabbok Nabolak.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1640\" aria-describedby=\"caption-attachment-1640\" style=\"width: 1920px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/kolam.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1640\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/kolam.jpg\" alt=\"\" width=\"1920\" height=\"1080\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/kolam.jpg 1920w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/kolam-300x169.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/kolam-1024x576.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/kolam-768x432.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2024\/06\/kolam-1536x864.jpg 1536w\" sizes=\"(max-width: 767px) 89vw, (max-width: 1000px) 54vw, (max-width: 1071px) 543px, 580px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1640\" class=\"wp-caption-text\">salah satu kolam di Batu Nagodang, yang di fungsikan untuk budidaya ikan. Foto: Hengky\/Sopo Tano Batak<\/figcaption><\/figure>\n<p>Tidak\u00a0lupa juga dengan Keindahan Panorama Alam dari <em><i>Dolok<\/i><\/em>\u00a0(Bukit\u00a0)<em><i>\u00a0<\/i><\/em><em><i>Pinapan<\/i><\/em>\u00a0yang menjadi ikon Batu Nagodang bahkan Kecamatan Onan Ganjang yang dikenal oleh masyarakat di Indonesia, akan keindahan pemandangannya. \u00a0Dolok (Bukit) yang ketinggiannya\u00a0sampai 2.000 MDPL, sehingga bisa melihat daerah atau kota-kota seperti , Laut Barus dari sana, Kota Dolok sanggul. Keindahan pemandangan Dolok Pinapan \u00a0menjadikan daya tarik yang tinggi seperti tercipta\u00a0sebuah lagu yang populer yang memuat tentang Dolok Pinapan. \u00a0Selain\u00a0itu,\u00a0yang menjadi daya tarik nya adalah sering dijadikan mitos atau cerita yang dulu terdapat emas sebesar kepala kuda dan sampai saat ini menjadi sebuah misteri.<\/p>\n<p>Dolok Pinapan mempunyai\u00a0beberapa goa, air terjun dan aliran sungai,\u00a0salah satu adalah Sungai Sipoti yang bermuara ke Batu Nagodang. Air sungai Sipoti berasal dari Bukit Pinapan yang airnya sangat jernih dan segar sehingga masyarakat Batu Nagodang menjadikan sungai ini sebagai tempat mandi. Selain itu aliran sungai inilah yang juga digunakan mengairi persawahan di sana. Tidak hanya Sungai Sipoti, namun aliran air dari Dolok Pinapan lah yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan\u00a0rumah baik sebagai air minum, mencuci, dan lainnya.<\/p>\n<p>Kehidupan Masyarakat Adat di Batu Nagodang telah memberikan sumbang sih terhadap ekonomi, dengan berlandas kan kearifan lokal untuk menjaga kekayaan sumber daya alam yang ada di sana, karena mereka bertanggung jawab untuk mewarisi nya \u00a0untuk di nikmati anak cucunya di kemudian hari.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong><em><b><i>Penulisan adalah Bidang Informasi dan Komunikasi (INFOKOM) Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Humbang Hasundutan. <\/i><\/b><\/em><\/strong><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: April Purba Batu Nagodang jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti Batu yang besar. Ini merujuk pada situasi geografis Masyarakat Adat yang ada di sana. Mereka tinggal di kaki\u00a0bukit (Dolok) Pinapan, \u00a0Dolok yang mempunyai cerita unik bagi masyarakat adat keturunan Ompu Marhuling Simanullang. Secara administratif, Huta (Kampung) Batu Nagodang, Huta Si atas, Huta Sitonong &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1633\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;BATU NA GODANG SI ATAS: LUMBUNG PANGAN HUMBANG HASUNDUTAN&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"gallery","meta":{"footnotes":""},"categories":[28],"tags":[],"class_list":["post-1633","post","type-post","status-publish","format-gallery","hentry","category-berita","post_format-post-format-gallery"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1633","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1633"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1633\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1641,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1633\/revisions\/1641"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1633"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1633"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1633"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}