{"id":1077,"date":"2023-05-26T05:11:08","date_gmt":"2023-05-26T05:11:08","guid":{"rendered":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1077"},"modified":"2023-05-27T02:58:50","modified_gmt":"2023-05-27T02:58:50","slug":"tradisi-manganjab-warisan-leluhur-sihaporas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1077","title":{"rendered":"Tradisi Manganjab Warisan Leluhur Sihaporas"},"content":{"rendered":"<p>Oleh: Risnan Ambarita<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Masyarakat Adat Batak Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (LAMTORAS) menggelar ritual adat<em> (Manganjab)<\/em> pada Rabu, 24 Mei 2023 di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.<\/p>\n<p>Kegiatan ini masih konsisten \u00a0dilakukan oleh Masyarakat Lamtoras setiap tahun berdasarkan kalender Batak di hari Sihori Purasa tepatnya di bulan Mei. Ritual <em>Manganjab<\/em>\u00a0 bertujuan untuk\u00a0memohon kesuburan tanah sekaligus menolak bala dan hama penyakit pertanian yang berkaitan dengan mata pencarian mereka sebagai petani. Proses ritual ini diawali dengan prosesi ke area tempat ritual dengan kegiatan\u00a0<em>martonggo\u00a0<\/em>(berdoa) kepada\u00a0<em>Mula Jadi na Bolon\u00a0<\/em>(Sang Khalik Langit dan Bumi).<\/p>\n<p>Selain Masyarakat Adat Sihaporas, kegiatan ini juga dihadiri oleh Sekolah Adat Sihaporas, pengurus harian Aman Tano Batak, perwakilan mahasiswa GMKI Siantar-Simalungun dan juga masyarakat dari kampung tetangga Sihaporas.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1080\" aria-describedby=\"caption-attachment-1080\" style=\"width: 527px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8091-1-scaled.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1080\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8091-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"527\" height=\"395\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8091-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8091-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8091-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8091-1-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8091-1-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 527px) 100vw, 527px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1080\" class=\"wp-caption-text\">Prosesi Ritual adat Manganjab di pimpin oleh tetua adat Sihaporas. (Simalungun_Sopo Tano Batak 2023)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left\">Saul Ambarita ketua adat Sihaporas menyampaikan &#8220;ritual ini \u00a0tanggung jawab generasi sekarang untuk tetap melestarikan dan menjaga warisan leluhur turun temurun. Masyarakat adat juga diharapkan agar tetap melestarikan hutan adat sebagai tempat tumbuhnya berbagai sumber keperluan untuk ritual.&#8221;<\/p>\n<p style=\"text-align: left\">Dalam proses ritual seekor kambing putih dikurbankan oleh masyarakat yang ditujukan kepada <em>Mulajadi na Bolon (Sang Khalik Langit dan Bumi).<\/em>\u00a0Selain kambing putih, ada juga beberapa sesajen yang disiapkan seperti, ayam kampung, Ihan Batak (jurung), Ikan Haporas,\u00a0<em>itak gur gur\u00a0<\/em>(olahan tepung).<\/p>\n<p>Setelah semua perlengkapan sesajen untuk persembahan sudah siap, acara dimulai dengan <em>martonggo<\/em> atau berdoa bersama dipimpin oleh ketua adat dan seluruh masyarakat adat ikut serta untuk memanjatkan doa permintaan masing-masing.<\/p>\n<figure id=\"attachment_1088\" aria-describedby=\"caption-attachment-1088\" style=\"width: 542px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8017-1-1-scaled.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\" wp-image-1088\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8017-1-1-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"542\" height=\"406\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8017-1-1-300x225.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8017-1-1-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8017-1-1-768x576.jpg 768w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8017-1-1-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/IMG_8017-1-1-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"(max-width: 542px) 100vw, 542px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1088\" class=\"wp-caption-text\">Sesajen yang akan di persembahkan dalam ritual ini semua berasal dari hutan adat di Sihaporas. (Simalungun_Sopo Tano Batak 2023)<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: left\">Sesajen ini bermakna sebagai persembahan kepada <em>Ompu Mula Jadi Nabolon<\/em> (Tuhan Yang Maha Kuasa) dan kepada Raja Sisingamangaraja supaya masyarakat kampung diberi kesehatan dan rezeki yang baik, serta dijauhkan dari segala bala dan penyakit. Dalam bahasa Batak, disebut, <em>&#8220;Mangido hasangapon, hagaben, hamoraon, torop ni hajolmaon, gabe na sinuan, sinur nang pinahan, horas dihajolmaon&#8221;.<\/em><\/p>\n<figure id=\"attachment_1095\" aria-describedby=\"caption-attachment-1095\" style=\"width: 567px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/rsz_1rsz_116627297-5e1b-4704-9c41-5af835ac93d3_1_102_o.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-1095\" src=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/rsz_1rsz_116627297-5e1b-4704-9c41-5af835ac93d3_1_102_o-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"567\" height=\"425\" srcset=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/rsz_1rsz_116627297-5e1b-4704-9c41-5af835ac93d3_1_102_o-300x225.jpg 300w, https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/wp-content\/uploads\/sites\/24\/2023\/05\/rsz_1rsz_116627297-5e1b-4704-9c41-5af835ac93d3_1_102_o.jpg 512w\" sizes=\"(max-width: 567px) 100vw, 567px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-1095\" class=\"wp-caption-text\">ritual Mangase _ase pemberian obat yang akan dipasang di ladang. (Simalungun_Sopo Tano Batak 2023)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Setelah upacara ritual adat selesai masyarakat adat akan berbagi obat yang telah didoakan untuk dipasang di ladang masing-masing, lanjutan ritual disebut <em>Mangase _ase<\/em> dalam bahasa batak, ritual pemasangan obat di ladang dilengkapi dengan masa pause (<em>robu<\/em>) seminggu sebelum dan sesudah hari pelaksanaannya, tiga hari tidak bisa ke ladang dan tiga hari tidak boleh ke hutan.<\/p>\n<p>Jhontoni Tarihoran ketua PH Aman Tano Batak mengatakan<br \/>\n&#8220;ritual adat ini merupakan kedekatan masyarakat adat Sihaporas dengan leluhurnya bahkan masih bisa berkomunikasi langsung dengan leluhurnya. Tradisi ini penting sekali untuk dijaga dan dipertahankan, sebagai bagian dari masyarakat adat saya sangat beruntung bisa melihat langsung proses ritual adat <em>Manganjab <\/em>ini.&#8221;<\/p>\n<p>Keterhubungan masyarakat adat Sihaporas dengan wilayah adat tidak bisa terpisahkan, di mana wilayah adat merupakan ruang hidup dan tempat ketersediaan segala kebutuhan untuk berlanjutnya ritual adat di Sihaporas. Sesuai dengan sejarah, Ompu Mamontang Laut Ambarita telah menempati Kampung Sihaporas sejak tahun 1800. Sejak itu, ada tujuh ritual Batak yang harus dilaksanakan secara turun temurun. Konon, Raja Sisingamangaraja telah memberi sumpah untuk melaksanakan tujuh ritual tersebut.<\/p>\n<p>Ritual tersebut adalah:<br \/>\n1. Patarias Debata Mulajadi Nabolon<br \/>\nIni adalah pesta adat untuk memuji, memuliakan, dan menyampaikan persembahan kepada Sang Pencipta dengan diiringi musik tradisional gondang selama tiga hari dua malam. Ritual ini digelar setiap empat tahun sekali.<br \/>\n2. Raga-raga Na Bolak Parsilaonan<br \/>\nIni adalah ritual doa permohonan dan persembahan kepada leluhur Ompu Mamontang Laut Ambarita, dengan diiringi musik tradisional gondang. Ritual ini juga digelar setiap empat tahun sekali.<br \/>\n3. Mombang Boru Sipitu Suddut<br \/>\nIni adalah ritual doa permohonan dan persembahan kepada Raja Uti dan Raja Sisingamangaraja. Ritual ini digelar selama satu hari tanpa diiringi gondang.<br \/>\n4. Manganjab<br \/>\nRitual doa ini dilakukan untuk memohon kesuburan dan keberhasila dalam usaha bertani, sekaligus memohon agar dijauhkan dari segala macam hama dan penyakit pada tanaman. Ritual ini diselenggarakan di ladang (perhumaan) sekali setiap tahun.<br \/>\n5. Ulaon Habonaran i Partukkoan<br \/>\nRitual doa melalui leluhur atau habonaran dan Raja Sisingamangaraja ini digelar dengan tujuan untuk menjauhkan kampung dari segala macam mara bahaya dan penyakit.<br \/>\n6. Pangulu Balang Parorot<br \/>\nRitual ini dilakukan untuk berdoa kepada Sang Ada melalui penjaga kampung dan hadatuaon supaya penduduk kampung diberikan keselamatan dan dijauhkan dari segala bala.<br \/>\n7. Manjuluk<br \/>\nRitual doa yang diselenggarakan sesaat sebelum mulai menanam ini dilakukan di gubuk atau ladang secara rutin.<\/p>\n<p>Sampai saat ini, generasi ke-11 dari Ompu Mamontang Laut Ambarita di Desa Sihaporas masih tetap menjaga dan melaksanakan ritual adat tersebut. Bagi warga adat Desa Sihaporas, ritual-ritual ini adalah cara untuk menghormati Sang Pencipta dan leluhur.<\/p>\n<p>***<br \/>\nPenulis adalah Anggota Komunitas Masyarakat Adat Sihaporas<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Oleh: Risnan Ambarita Masyarakat Adat Batak Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (LAMTORAS) menggelar ritual adat (Manganjab) pada Rabu, 24 Mei 2023 di Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Kegiatan ini masih konsisten \u00a0dilakukan oleh Masyarakat Lamtoras setiap tahun berdasarkan kalender Batak di hari Sihori Purasa tepatnya di bulan Mei. &hellip; <\/p>\n<p class=\"link-more\"><a href=\"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/?p=1077\" class=\"more-link\">Lanjutkan membaca<span class=\"screen-reader-text\"> &#8220;Tradisi Manganjab Warisan Leluhur Sihaporas&#8221;<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":24,"featured_media":1078,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[28,32,35],"tags":[78,27,40,22],"class_list":["post-1077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","category-budaya","category-simalugun","tag-manganjab","tag-masyarakat-adat","tag-ritual-adat","tag-sihaporas"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/24"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1077"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1077\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1100,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1077\/revisions\/1100"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/tanobatak.aman.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}